PRIA DENGAN GANGGUAN JIWA TERIMA RUMAH DARI PEGAWAI BAPPEDA ACEH

Bireueun – Abdullah (45) adalah kepala keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan menanggung tiga orang anak serta seorang istri. Keluarga ini tinggal di Desa Uteun Pupaleh, Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Selama bertahun-tahun Abdullah bersama Nilawati (isteri) dan tiga anak-anaknya tinggal dalam gubuk kecil, reot, dan bocor di Desa Uteun Pupaleh. Mereka tidur berdesakan dalam gubuk berlantai tanah.

Suatu ketika, kisah hidup Abdullah dan keluarganya sampai kepada pejabat Bappeda Aceh. Kepala Bappeda Aceh, H Azhari SE, MSi meminta pegawainya untuk menggalang dana secara sukarela guna membantu rumah bagi Abdullah melalui Dompet Bappeda Aceh Peduli. Dana pun terkumpul dan diserahkan melalui relawan Edi Fadhil guna membangun rumah layak huni bagi Abdullah dan keluarganya.

“Alhamdulillah kami sudah menempati rumah baru ini sejak dua Jumat lalu. Gubuk lama sudah dibongkar,” kata Abdullah kepada aceHTrend saat berkunjung ke sana pada Jumat (26/10/2018) malam.

Abdullah (baju coklat) didampingi pejabat Bappeda Aceh di rumah barunya. @aceHTrend/Hasan Basri

Aswar Liam dari Bappeda Aceh mengatakan, pembangunan rumah Abdullah merupakan inisiatif dari Kepala Bappeda dan pegawai di lingkungan Bappeda Aceh. “Sumber dana adalah dari patungan para pegawai Bappeda dan mitra kerja. Sifatnya infaq dan sadaqah,” lanjut Aswar.

“Ini merupakan rumah ketiga yang dibangun karyawan Bappeda dari dana patungan Dompet Bappeda Aceh Peduli,” katanya.

Abdullah dan Nilawati memiliki seseorang putra yang sudah remaja, dan dua orang putri yang masih kanak-kanak dan saat ini duduk di kelas 3 dan 6 SD. (sumber: www.acehtrend.com/2018/10/27/pria-dengan-gangguan-jiwa-terima-rumah-dari-pegawai-bappeda-aceh/)