2 HARI UNTUK SELAMANYA BERSAMA "ABAH IHSAN" DI BAPPEDA ACEH

Hari sabtu dan ahad merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh sebahagian besar orang termasuk pegawai Bappeda Aceh untuk bersantai / liburan, namun khusus tanggal 23 & 24 Juni 2018 Pegawai Bappeda Aceh memanfaatkan hari liburnya untuk menuntut ilmu demi keluarga tercinta. Untuk masuk menjadi pegawai negeri butuh ilmu maka diwajibkan ikut diklat prajabatan, begitu juga untuk menjadi pegawai lainnya sudah tentu di training dalam waktu tertentu, sehingga semua pegawai siap bekerja sesuai dengan yang diinginkan oleh pemberi kerja.

Kata orang anak adalah anugerah terindah dan amanah yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan sang pemberi amanah yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun sudah pernahkan kita belajar untuk menjaga/memelihara amanah tersebut?

Untuk menjadi orang tua yang mampu menjaga amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kepala Bappeda Aceh Bapak Azhari Hasan, SE, M,Si berinisiatif untuk memberikan sebuah program pendidikan kepada pegawai Bappeda Aceh yang diberinama Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA). Dengan program ini diharapkan para pegawai Bappeda Aceh menjadi orang tua yang  mampu membawa anak-anak dan keluarganya menuju ke syurga. Sehingga dengan kondisi keluarga yang sudah kondusif, tentu produktifitas para pegawai Bappeda Aceh juga akan lebih meningkat di kantor.

Program PSPA ini dilaksanakan selama dua hari penuh sejak tanggal 23 s.d 24 Juni 2018 di Ruang Rapat Kantor Bappeda Aceh. Program ini diasuh oleh Bapak Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari atau lebih populer dengan nama "Abah Ihsan". Beliau adalah direktur Auladi Parenting School yang berkantor pusat di Bandung dan seorang Pembicara Parenting Internasional di 7 Negara serta Nasional Master Trainer Pelatihan Orang Tua di Lebih dari 90 Kota di Indonesia.

Menurut Abah Ihsan banyak orang tua yang siap menikah, tetapi tidak siap jadi orang tua. Banyak orang tua yang jadi “Pemalak” keshalehan anak, maksudnya banyak orang tua yang mengharapkan anaknya hafal qur’an, dapat juara kelas, bisa shalat dengan benar dan lain-lain, namun orang tuanya tidak pernah menuntun / membimbing / mendampingi (menjadi Murabbi) terhadap anaknya sehingga semua yang diinginkan diatas dapat tercapai.

Pada dasarnya semua anak yang terlahir kedunia ini adalah dalam keadaan Fitrah, mempunyai potensi / kelebihan masing-masing. Pola asuh yang diberikan oleh orang tuanya sangat menentukan arah kehidupan anak-anak tersebut. Semua anak yang bermasalah di seluruh dunia (narkoba, mencuri, merampok, membunuh, teroris, dan lain-lain) mempunyai latar belakang yang hampir sama yaitu memiliki pola asuh yang tidak benar (tidak diurus oleh orang tuanya atau salah urus).

Mendidik anak hakikatnya mempersiapkan anak berpisah dengan orang tuanya.  Tahapan mengasuh dan mendidik anak di jelaskan kedalam modul-modul sebagai berikut : Karunia Fitrah, Karunia Belajar, Karunia Konsistensi, Karunia Kiblat, Karunia Mendengarkan dan Karunia Assoffat. Modul-modul tersebut telah dikupas tuntas oleh Abah Ihsan selama 2 HariInsyaallah akan berguna untuk selamanya. Mulai saat ini mari kita benar-benar menjadi Orang Tua Kepada Anak-Anak Kita.