Tarhib Ramadhan 1438 H di Kantor Bappeda Aceh

Acara Tarhib Ramadhan yang diadakan di kantor Bappeda Aceh pada hari Jumat tanggal 19 Mei 2017 dan dihadiri oleh seluruh karyawan / karyawati Bappeda Aceh yang bertema “Mari Tingkatkan Ilmu dan Amal Menyambut Indahnya Ramadhan”. Kata tarhib berasal dari akar kata yang sama yang membentuk kata Marhaban (selamat datang). Secara etimologis (bahasa), kata tarhib berasal dari fi’il “ra-hi-ba, yarhabu, rahbun” yang berarti luas, lapang dan lebar. Dan selanjutnya menjadi fi’il “rahhaba, yurahhibu, tarhiban” yang mengandung arti menyambut, menerima dengan penuh kelapangan, kelebaran dan keterbukaan hati (kamus Al-Munawwir). Secara terminologis (istilah), kata tarhib Ramadhan berarti menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan segala kesiapan, keluasaan, kelapangan, keterbukaan dan kelebaran yang dimiliki, baik materil maupun spiritual, jiwa dan raga serta segala apa yang ada dalam diri kita.

Kepala Bappeda Aceh Bapak Azhari, SE, M.Si dalam sambutannya pada acara Tarhib Ramadhan 1438H menyampaikan bahwa acara yang dilaksanakan ini dalam rangka menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan ilmu dan amal yang cukup. Kepala Bappeda dalam kesempatan ini juga mengajak agar menjadikan bulan Ramadhan ini adalah bulan untuk melatih diri, melatih hawa nafsu, baik fisik maupun mental,  dan juga untuk melatih disiplin diri. Dalam kegiatan ini diharapkan makin menumbuhkan rasa cinta kepada ajaran agama yang dibawa oleh Nabi besar Muhammad SAW, dengan demikian akan lahir sikap mental rela berkorban dan lebih mengutamakan kepentingan Islam dari pada kepentingan pribadi dan golongan.

Dalam acara ini juga ustadz  H. Mursalin Basyah, Lc. MA. selaku penceramah menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa, sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR Muslim). Yang dimaksud dengan ”pintu-pintu surga dibuka” adalah ungkapan bentuk-bentuk ketaatan yang Allah SWT buka untuk hamba-hambaNya, dan yang demikian itu merupakan sebab-sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sedangkan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu neraka ditutup” adalah ungkapan akan dipalingkannya keinginan untuk mengerjakan kemaksiatan yang menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Ustadz H. Mursyalin Basyah, Lc. MA. menyampaikan ada satu jenis orang yang tidak mendapat apa-apa dalam bulan Ramadhan, yaitu seseorang yang dalam hati nya masih ada kebencian terhadap sesamanya.  Maka para ulama menganjurkan sebelum memasuki bulan Ramadhan diharapkan untuk bisa saling maaf memaafkan sehingga dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan sempurna.