ACEH MASA DEPAN

Pacu Pembangunan dengan Program-Program Strategis


SATU target utama pemerintah Aceh dibawah kepemiminan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf adalah akselerasi pembangunan Aceh dengan dan melalui program-program prioritas, strategis dan berskala besar yang memiliki dampak jangka panjang dan berkelanjutan. Untuk mencapai target tersebut, disamping dari dana otsus, Pemerintah Aceh juga berupaya mendapatkan dukungan pemerintah pusat melalui APBN.

Dalam rangka itu melalui forum Musrenbangnas di Jakarta pada 20 April yang lalu, Pemerintah Aceh yang dipimpin langsung oleh Gubernur Zaini Abdullah telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 60 triliun kepada Pemerintah Pusat untuk mendukung dan memacu pembangunan di Aceh.

Anggaran puluhan triliun rupiah tersebut diproyeksikan untuk pembiayaan beberapa program pembangunan prioritas dan strategis yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Aceh. Program-program tersebut diantaranya adalah pengembangan kawasan ekonomi khusus di Lhokseumawe, revitalisasi kawasan pembangunan ekonomi terpadu (Kapet) Bandar Aceh Darussalam dan pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo Banda Aceh, serta kawasan industri strategis lainnya. Selain itu, kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur juga masih cukup besar, diantaranya untuk pembangunan terowongan di Gunung Geurutee, Aceh Jaya serta pembangunan jalan lintas tengah, barat, dan timur Aceh serta pembangunan perlindungan kawasan hutan strategis.

Program-program ini bernilai sangat strategis sehingga diharapkan betul-betul mendapat perhatian dan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan anggaran dalam pelaksanaan program-program tersebut. Makna penting dari dukungan pemerintah pusat ini bukan hanya dalam konteks agar Aceh dapat mengejar ketertinggalannya  dari provinsi-provinsi lainnya, program-program prioritas pemerintah Aceh yang diusulkan ke pusat ini sesungguhnya juga bagian dari agenda percepatan pelaksanaan program strategis nasional sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Program-program strategis ini pada gilirannya tentu membutuhkan infrastruktur yang baik dalam rangka memastikan siklus output, outcome, dan impact dari program- program tersebut dapat berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu, program-program infrastruktur sebagaimana diprioritaskan dan diusulkan oleh Pemerintah Aceh ke pemerintah Pusat sesungguhnya adalah kebutuhan mendasar yang sangat mendesak dan secara langsung dapat menunjang peningkatan ekonomi rakyat.