ACEH MASA DEPAN

Pembangunan Jembatan Lamnyong


Pelebaran Jembatan Lamnyong, Darussalam, Banda Aceh, sudah dikerjakan sejak 30 November 2015 yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama (ground breaking) oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Pekerjaan pelebaran jembatan sepanjang 300 meter dan lebar 8 meter itu dikerjakan PT Waskita Karya, dengan nilai kontrak sebesar Rp 89,2 miliar, bersumber dari APBA 2015-2016. Waktu pelaksanaannya berdurasi 450 hari, dengan harapan dapat rampung dan diresmikan pemakaiannya sebelum masa jabatan Zaini-Muzakir (Zikir) berakhir 25 Juni 2017.

Tujuan dari pelebaran jembatan ini untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jembatan Lamnyong yang kerap macet pada pagi dan sore hari, karena bertepatan dengan jam mahasiswa menuju dan pulang dari tempat kuliah bersamaan pula dengan jam para PNS/karyawan menuju dan saat pulang kantor.

Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Ir Rizal Aswandi mengatakan, pelebaran Jembatan Lamnyong terdiri atas dua tahap. Tahap pertama pelebaran badan jembatan sepanjang 300 meter dengan lebar 8 meter. Setelah pembangunan jembatan selesai, dilanjutkan dengan pembangunan tahap II, yaitu pembangunan jembatan fly over arah ke Unsyiah, UIN Ar-Raniry, dan pembangunan under pass dari arah Gampong Rukoh dan Limpok.

Pekerjaan tahap I ini menelan biaya sekitar Rp 89,2 miliar. Sedangkan tahap II diperkirakan sekitar Rp 40 miliar lagi. Sehingga total kebutuhan dana berkisar Rp 130 miliar.